2 Alasan di Balik Keputusan Hijrah Teuku Wisnu
Judi Poker Live - Pesinetron Teuku Wisnu mengambil langkah penting dalam hidup serta kariernya sebagai artis setelah memutuskan hijrah. Suami Shireen Sungkar tersebut perlahan namun pasti mulai meninggalkan gemerlap panggung hiburan Tanah Air dan fokus memperdalam ajaran agama.
Tak banyak yang mengetahui alasan hijrah Teuku Wisnu. Hingga suatu saat, ayah tiga anak itu menceritakannya kepada Raffi Ahmad saat menjadi bintang tamu dalam salah satu konten YouTube RANS Entertainment.
Dalam ceritanya, Teuku Wisnu mengatakan, ada dua hal yang menjadi pertimbangannya sebelum memutuskan hijrah. Alasan pertama berkaitan dengan hal-hal berbau duniawi yang menurut Teuku Wisnu tidak menghadirkan kebahagiaan.
Tak banyak yang mengetahui alasan hijrah Teuku Wisnu. Hingga suatu saat, ayah tiga anak itu menceritakannya kepada Raffi Ahmad saat menjadi bintang tamu dalam salah satu konten YouTube RANS Entertainment.
Dalam ceritanya, Teuku Wisnu mengatakan, ada dua hal yang menjadi pertimbangannya sebelum memutuskan hijrah. Alasan pertama berkaitan dengan hal-hal berbau duniawi yang menurut Teuku Wisnu tidak menghadirkan kebahagiaan.
[ BACA JUGA : Datangi MUI, Andre Taulany Minta Maaf karena Hina Nabi Muhammad ]
“Dulu berpikir, standar bahagia adalah memiliki uang banyak. Kalau syuting sinetron, biasanya hari Minggu saya libur. Tapi ini enggak, karena saya tetap mencari duit,” ujarnya.
Teuku Wisnu menambahkan, “Hingga di satu titik, saya mendapatkan semua yang diinginkan: mobil, rumah, tanah, dan sebagainya. Tapi anehnya, saya enggak merasa bahagia dengan semua itu. Perasaan saya hampa. Itu poin pertama saya berhijrah.”
JUDI POKER LIVE TERPERCAYA DIINDONESIA !
MKVGAMES
LINE : MKVPLAY
IG : MKVPOKER
WECHAT : MKVPLAY
WA : +855 96 3731 855
Selain faktor duniawi, Teuku Wisnu juga menjadikan kematian sebagai alasannya untuk hijrah. Kepada Raffi Ahmad, dia mengatakan, kematian merupakan salah satu ketakutan luar biasa baginya dalam hidup.
“Banyak teman-teman saya meninggal di usia muda. Kemudian saya berpikir bahwa sakit dan tua bukanlah tanda kematian. Setiap manusia bisa mati kapan saja.”*




Leave a Comment